dari Meulaboh ke Banda Aceh

Terkait dengan pekerjaan, Banda Aceh dan Meulaboh menjadi tempat main saya beberapa tahun kebelakang ini. Sebelum Tsunami, konon kabarnya perjalanan Banda Aceh – Meulaboh hanya sekitar 3-4 jam. Namun jalan itu hancur sehingga perjalanan bisa sampai 10 jam. Juni 2009 yang lalu, saya kembali melewati jalan itu dengan rute Meulaboh – Banda Aceh melalui Calang. Lama perjalanan sekitar 6-7 jam, terimakasih kepada si jalan baru. Satu yang pasti, pemandangannya spektakuler. Beberapa foto dibawah bahkan saya ambil dari dalam mobil, tapi tetap super keren pemandangannya. Membuat saya jadi suka kangen. Nggak usah ngomongin kerjaan ya, kita ngomongin yang asik-asik aja…

Corner Houses

Dua Puun Sephia

Dua foto diatas diambil masih di Kecamatan Samatiga, Meulaboh. Masih beberapa menit saja dari teman-teman Samatiga yang menjadi mitra kerja kita. Pantai barat Aceh ini memang sangat cantik dan sepi, enak buat foto-foto. Tapi mungkin juga kalau sore ramai ya? Karena saya lewat sini ketika jam 11 siang, dimana matahari lagi lucu-lucunya.

Pohon Panuan

Ini dia si pohon kutilan yang banyak di pinggir jalan. Katanya musim Duren dimulai sekitar bulan July. Surga buat para pencinta duren. Kalau untuk saya yang nggak doyan duren, seperti melihat pohon kutilan 😛

Jendela

Ada puing-puing rumah disamping jembatan tempat kita akan menyeberang. Saya langsung naksir sama framingnya.

Mobil Nyebrang

Nyebrang Yuk Nyebrang

Di dua titik kita harus menyeberang pakai rakit. Yang satu memang harus, yang kedua adalah opsi jika kita tidak mau memutar yang akan lebih lama 45 menit dibanding jika kita memilih rakit. Yang jelas, gak usah deg-degan naik rakit ini. Walau presisi roda kepada kayu sebagai jembatan ke jalanan tampak selalu kurang pas dan kelihatan seperti mau jatuh, perjalanannya selalu lancar saja kok.

Mesjid Di Lapangan

Saya paling suka foto mesjid dramatis, dan yang tidak terganggu dengan kabel listrik 🙂 So this is my favorit.

Ricefields

Kaya gambar waktu SD ya? Gunung dan sawah 🙂 Yang ini plus pantai, membuat pontennya bertambah tentunya.

Long and Winding Road

Membelah Gunung

Ini dia jalan barunya yang udah jadi. Mencengangkan. Kaya di luar negeri (kalo di pelem-pelem :P). Trus melihat konstruksi jalan yang kanan kirinya masih banyak bekas gunung batu, saya rada curiga si kontraktornya sempat bilang ke pacarnya, ‘Dik, untukmu kan kubelah pegunungan…’

REX

Tibalah kita di Banda Aceh. Lewat REX, loh, kok REX jadi kaya begini? Ternyata para pedagangnya direlokasi di jalanan sebelah kiri Hotel Medan (kalau menghadap REX), katanya sih nantinya akan direlokasi lagi ke REX yang ada di foto ini. Tapi tempatnya kecil banget menurut saya, nggak sesuai sama bayangan tentang REX waktu itu.. Yang jelas saya yakin, semua yang pernah kerja di Aceh, pasti punya kenangan sendiri dengan REX 🙂

Advertisements