pertama untuk passion
Kemarin saya merasakan hal yang aneh dengan gusi saya. Rasanya sakit dan nyut-nyutan berkepanjangan. Sudah bermacam cara saya rancang untuk mengatasinya, ke dokter gigi, kumur air ini itu, kompres es, dsb. Namun ternyata masalahnya jauh lebih sederhana, ternyata saya punya sariawan! Saya kurang paham juga apakah sariawan ini semacam jerawat, dimana harusnya muncul ketika saya masih ABG, dan saya lagi males meng-google juga
Tapi anyway, saya cukup takjub juga menyadari bahwa saya baru sekali ini dapet sariawan.
Lalu dimulailah petualangan pertama yang cukup mendebarkan: pake abotil, obat dari neraka untuk sariawan. Rasanya deg-degan, banyak pertanyaan, sakitnya seperti apa? Sakit banget gak ya? Reaksinya kaya apa? Jangan-jangan sariawan gue meletus? Apa mending didiamkan saja? Dan juga satu pertanyaan yang agak jauh, kemane aje lo duy jaman ABG kok baru sekarang pake abotil? Karena pertanyaan terakhir ini, saya jadi iseng mengingat kembali masa-masa muda dulu. Masa dimana saya memulai banyak petualangan pertama, ‘terpaksa’ mencoba hal baru, dimana rasa deg-degan akan apa yang mungkin bisa terjadi sama menegangkan dan menyenangkannya dengan pengalaman seru yang saya dapatkan kemudian. Mirip dengan deg-degan ketika mengoleskan abotil ke sang sariawan.
Salah satu yang keingetan adalah, dua perjalanan pertama saya keluar pulau Jawa. Yak saudara-saudara, saya si pengelana ini sesungguhnya belum pernah keluar pulau Jawa sampai kuliah tingkat 2, tahun 2001 deh kalo nggak salah. Perjalanan pertama saya keluar pulau pun langsung seru, jaraknya cuma sekitar 1-2 bulan, satu internasional dan satu domestik. Dan dua-duanya super patut untuk dikenang.
Yang super pertama, saya dapet ‘hadiah’ jalan semingguan ke China dan HK karena menulis essay tentang sistem transportasi di China. Very random, yet highly effective
Jadi, perjalanan ini mencakup saat pertama keluar pulau Jawa, pertama keluar negeri, dan pertama naik pesawat. Ternyata transformasinya cukup cepat juga. Awal perjalanan, duduk di pesawat gue mulai memaksa Chei untuk duduk dekat-dekat supaya nggak grogi kalau ditanya-tanya pramugari dan meminta dia untuk menerangkan every button yang ada di deket tempat duduk gue. Dan di akhir perjalanan, saya end up nyasar di Hong Kong bersendal jepit ria gara-gara keasikan jalan-jalan sama Nila, karena kami tidak sabar menunggu rombongan berkumpul. One of my lessons learned of this trip: language is not a barrier
Saya berhasil belanja di sebuah pasar dekat tembok China dengan memakai bahasa sunda sementara pedagangnya pakai bahasa mandarin.
Keluar Pulau Jawa yang kedua adalah trip domestik, dimana saya pergi menyeberang ke Makassar. Ya betul, menyeberang. Kami bersembilan, anak-anak kuliahan kere, jadi berangkat pakai kereta Mutiara Selatan sampai Surabaya lalu diteruskan dengan kapal laut sampai Makassar. Karena teman-teman saya khawatir saya akan terdera mabuk laut, maka saya dicekoki dengan antimo, antangin, tolak angin, dan berbagai ramuan lain. Walhasil, saya sama sekali tidak mabok di kapal, tapi ngantuknya setengah mati. Setelah ngantuknya ilang, baru saya bisa keliaran keluar masuk berbagai ruangan di kapal laut itu. Trip kali ini juga pakai acara nyasar, tapi bukan di kapal melainkan nyasar di UNHAS bareng Nad-nad. The trip was indeed one of my unforgettable journeys dan saya rada yakin trip inilah yang membangunkan hasrat berkelana saya.
Sambi meringis-meringis kesakitan setelah sang abotil mengenai sang sariawan, saya jadi senyam senyum sendiri mengenang pengalaman pertama mencoba sesuatu. Setelah dua trip heboh itu, banyak trip serta petualangan-petualangan lain yang kemudian menyusul. Sesuatu yang sebelumnya saya nggak pernah kebayang. Pas lagi menjalankan, bitter and worse were always happening. Nyasar, salah makan, keabisan duit, salah perencanaan, temen pergi yang nyebelin, badan luka-luka dan baret-baret, menggendut, kecapean, menghitam, dan masih banyak lagi. Tapi setelah lewat, all that bitter and worse magically turned out to be something funny to share with. Lebih jauh lagi, pengalaman pertama malah bisa menyalakan passion kita sesungguhnya



Sepertinya sih aku salah menyimpulkan, tapi lo tidak bermaksud mempunyai passion untuk sering-sering menggunakan abotil kan?
Hahahaha… Nggak Goy.. bukan yang itu yang kumau.. :p
Duy!!salam hangat!!(halah) lg ngga ada kehidupan dan browse kesana kemari. ayo pertama kali naik gunung bareng! rivan udah berkoar2 mau ke rinjani taun depan setelah musim ujan.
btw, gw lagi mencret lho(informasi ini penting sekali)