Skip to content

Salah Jurusan

July 20, 2010

Sepanjang karir di bangku sekolah berseragam, saya gemar sekali dengan mata pelajaran yang orang sering hindari: Matematika. Saya merasa cukup ahli di mata pelajaran ini. Nilai lumayan, ngerjain PR jarang nyontek, dan seneng banget kalau lagi ngerjain soal2nya. Jadi ketika lulus SMA, dengan percaya dirinya saya pilih jurusan Matematika sebagai pilihan kedua UMPTN. Ternyata pilihan pertama bukan jodoh saya, sehingga demi menjadi mahasiswa kampus gajah tiga huruf mendaftarlah saya menjadi mahasiswa jurusan Matematika. Tahun pertama saya lewati dengan tidak sukses karena terlalu sok sentimentil lebih sering main ke bekas SMA dibandingkan belajar atau kegiatan lebih ‘kuliahan’ lainnya. Tahun kedua, baru saya mulai menyadari sesuatu: saya salah pilih jurusan.

Saudara-saudari, ada hal paling mendasar yang patut diberitakan kepada teman dan saudara anda sekalian jika memang berminat masuk ke dunia Matematika. Menurut definisi saya, semua yang kita pelajari tentang Matematika sampai kelas 3 SMA adalah seputar LOGIKA dan BERHITUNG. Jauh beda dengan Jurusan Matematika untuk level S1, mungkin apalagi S2 dan seterusnya ya. Ilustrasinya gini aja, sepanjang saya kuliah, saya tidak pernah pakai kalkulator karena memang tidak pernah berhitung. Semuanya serba filosofis, abstrak, dan tidak aplikatif. Bagus untuk yang suka science, tapi tidak cocok untuk saya. Yang membuat saya lumayan nyaman dengan jurusan Matematika hanyalah statistik, karena saya bisa membayangkan ilmunya untuk diterapkan dimana, bagaimana cara pakainya, mengapa harus menghitung ini dan itu, bisa pakai alat bantu excell dan software yang cukup sederhana, dsb. Mata kuliah lainnya? Ya Tuhan. Hanya karena saya nggak enak sama ortu yang udah bayarin kuliah aja sehingga saya tetap bertahan dan berusaha cepat lulus supaya bisa cepat-cepat kabur.

Hal ini membuat saya jadi berpikir, jika waktu bisa berulang, kira-kira jurusan apa yang akan saya pilih ya?

Yang pertama sepertinya Arsitek. Entah kenapa saya merasa Arsitek adalah profesi yang seksi. Mungkin gara-gara sosok Ted Mosby di How I Met Your Mother kali ya. Tapi melihat kerjaan para Arsitek, terutama yang membuat desain-desain dengan kertas gambar dan meja gambar kayanya keren aja. Apalagi kalau lagi lihat foto-foto rumah-rumah mungil hijau unik minimalis keren, waah saya selalu merasa si arsiteknya keren. Saya membayangkan diri saya berada di belakang meja gambar (padahal sekarang mah udah pake komputer ya? :D ), ngarang cari inspirasi, mikirin detail ini dan itu, wah pasti keren deh :) Anyway, kayanya memang saya lumayan terobsesi, karena kata keren muncul sering sekali dalam paragraf ini.

Kedua, sesuatu yang berhubungan dengan nutrisi. Oh betapa lifestyle sangat memengaruhi hidup di masa yang akan datang!! Gue selalu membayangkan asyiknya jika bisa meneliti makanan2 yang bergizi dan berharga murah. Pengen berbudi daya jamur, buat makanan2 olahan dari jamur, aiming kaum vegetarian kota yang berani bayar mahal buat lifestyle, ajak dee lestari untuk jadi spokeperson produk gue! Side jobnya (karena kadung bergelut di dunia makanan) bisa jadi food stylist!! Arranging foods with colorful papers, little-useless-yet-cute things, confettis, ribbons! Main-main dengan kamera, menata-nata makanan agar terlihat cantik. Woo hoo! Life will never be dull.

Ketiga adalah komunikasi. Eh, kuliahnya apaan sih sebenernya kalau mau jadi jurnalis atau penulis? Yang jelas saya suka dengan kegiatan tulis menulis dan tanya menanya. Menulis itu seperti membuat mumi, mengawetkan ide dan cerita. Untuk mumi yang satu ini, meracik formula zat pengawetnya itu yang bikin penasaran. Sering banyak tema melintas di otak, kepikir untuk menulis satu atau dua paragraf, tapi sebenernya mau nulis apa sih? Siapa yang harus ditanya supaya tulisan kita ‘bunyi’ sih? Taro dimana niih tulisannya supaya banyak yang liat? Gue harus kemana lagi yaa biar dapet tulisan baguss? Itulah kenapa gue doyan untuk membayangkan gimana rasanya kalau punya profesi ini.

All in all, setelah dipikir-pikir, semua keinginan ini sebenarnya paradox juga. Karena sempat salah jurusan, saya sangat membuka diri untuk banyak hal yang bisa mendistract saya agar tidak stres karena salah pilih. Hasil dari membuka diri itu membuat saya terdampar di banyak tempat dengan banyak teman yang berarti banyak obrolan. Bahkan pekerjaan saya sekarang ini juga didapatkan dari semua faktor tadi. Semua jurusan yang saya sebenernya inginkan itu, baru kepikiran juga karena pergaulan saya setelah saya salah jurusan. Dimana kalau saya tidak salah jurusan, mungkin saja sekarang saya sudah tidur manis settling di sebuah tempat dibandingkan kelayapan di dunia maya jam segini di atas sebuah kasur di Belitong. Dimana kalau saya tidak salah jurusan, tulisan ini dan segala hal yang membuat otak saya terus berusaha aktif mungkin tidak pernah ada.

Hey, terimakasih ya Tuhan. Kalau saya tidak salah jurusan, mungkin malam ini saya lupa berterimakasih pada Mu.

Blogged with the Flock Browser
9 Comments leave one →
  1. August 24, 2010 7:29 am

    wah kamu mau masuk arsitektur? gue yg anak arsitektur aja kalo bisa memutar balik waktu maunya ambil jurusan psikologi, hehehe..

  2. September 27, 2010 6:25 am

    eiii aku kan mau jadi arsitek karena sering nongkrong di deket meja gambar lo dan bantuin lo mengarsir-arsir gambarr :)

  3. yasmin permalink
    October 13, 2010 7:25 am

    hehe, berhubung dwi ultah hari ini, jadi deh buka wall FBmu yg buat yasmin nyampe ke blogmu ini..
    haha, salah jurusaaan, ceritamu mirip2 dgn curhatnya anggi bbrp bulan lalu pas kita ketemuan ma mira di Ngopi Dulu Bandoeng.. yg miripnya ngerasa kalo “salah jurusan”nya. hmm.. dan kayak2nya yasmin juga ni dwi :D wuih ternyata banyak juga ya yg ngerasa kayak gini.. suka bgt math di SMA tapi pas kul, hoho,
    kok jauh bgt dr itung2an or something like u said ;)

  4. October 14, 2010 4:18 am

    Yasmiiin :) udah lama iih gak ketemu :) harusnya kita bikin barisan salah jurusan niiih.. hehehehe

  5. January 21, 2011 7:19 am

    apa kabar dwi? ngebuka blog ini pas liat foto2 jaman TPB.. gara2 salah masuk jurusan.. skr aku malah jadi pengajar org yg salah masuk jurusan hehehe.. :D kapan ya bisa reunian? salam buat temen2 smua klo ketemu ya!!

    • January 21, 2011 7:20 am

      oya, aku copy ya tulisannya..

      • February 8, 2011 11:23 am

        Hey Egi…
        Wah seru juga ya :) Ngajar dimana emang? Hehe. Silahkan dicopy :)

  6. July 3, 2011 3:20 am

    gua jg sempat salah,tahun pertama di teknik sipil berasa pengen mati.fisika ga bisa,hukum newton pas2an :( tahun kedua masuk farmasi and that was it :) Harusnya sebelum spmb gua tau kalau gua lebih cinta kimia daripada fisika :)

  7. December 11, 2011 10:10 am

    aaaa sama banget sama gue deh :”( gue juga nih hopeless banget cuma kebalikan sama lo , gue benci bets matematik hehe trus sekarang lo dimana?
    btww ayo mampir ke blog gue hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.