Skip to content

sehat itu mahal, jendral

July 23, 2007
tags: ,

pyramid.jpg

Dalam rangka diet ini, gue menjadi sangat selektif dalam memilih makan-memakan. Dan tersadarlah gue, makanan sehat itu mahal!

Pola makan gue sekarang adalah pagi buah, siang makan dengan nasi 3/4 gelas aqua, lauk, dan sayur, dan malam either nasi sayur atau sayur lauk. Jumlah sayur harus selalu banyak dan tidak hanya sekadar dressing seperti gue biasanya. Beberapa hal tidak bisa dimakan juga, seperti: umbi-umbian, jagung, segala makan yang diproses –bye bye kornet, sosis, abon–, minyak sawit (mendukung lingkungan kan diet gue? J), juice yang tidak fresh –bye bye buahvita, nutrisari–, kecap manis dan sambal botolan, lemak, jerohan –bye bye daeng tata–, susu, alkohol –gagal deh resolusi ngerasain mabok tahun ini–, segala yang mengandung tepung –bye bye breadtalk, cheese cake, mie, kue kue, krupuk–, dan segala hal yang ada pengawetnya. Lengkap sudah kan pantangan gue? Dan anehnya gue deliberately mengikuti ini semua, mungkin karena lihat bill dokter kali ya? Hihihih.

Hal ini membuat gue terpaksa mengucap kata berpisah sama Rudi sang tukang botol dan roti dan krupuk dan chiki dan taro, sama Anto sang tukang mie ayam, mas Siomay dan batagor, serta Supri sang tukang bakwan. Dan gue menyambut hangat mas Pur sang tukang rujak. Itupun tanpa bumbu karena bumbu banyak gula jawanya, dan truthfully bumbu rujak mengundang krupuk putih kampung untuk ditoel-toel. Harus dihindari.

Jadilah gue seperti burung betet kalo kata nyokap gue. Pisang, pepaya, melon, pisang, kelengkeng, anggur, pisang, salak, jeruk, jeruk, wortel, pisang. Gue memang agak fettish sama pisang. Hihihi.

Makan siang masih aman karena gue masih suka dimasakin sama mbak Avi dan ngambil makanan di kantor kalo pas kebetulan lagi boleh, atau diusahakan agar boleh. Usaha agar boleh ini termasuk merendam ayam panggang yang penuh kecap di air panas agar kecapnya berkurang. Ini gue diajarin sama mbak Umi yang nggak doyan kecap. Jika biasanya gue suka ngegadoin ayam, kali ini gue ngegadoin kembang kol dan brokoli dan segala sayuran hijau lainnya. Apakah ini jawaban karena gue terlalu suka warna hijau sehingga makanan pun dihijaukan?

Makan malamlah yang menjadi mimpi buruk. Maklum anak malam dan anak kos, nggak masak gtu loh. Apa-apa beli. Pusinglah gue memikirkan makan malam. Kita berkesimpulan yang paling aman adalah chinese food atau seafood karena ada pilihan lain selain digoreng-goreng kan ya? Dan banyak sayurnya juga. Pernah kita sedang di PS, akhirnya masuk ke Crystal Jade karena nggak kepikiran yang lain. Makan satu porsi tumis tahu, sayur dan jamur dan chinese tea: Rp. 70.000,-. Juice apa gtu namanya di Senayan City : Rp. 31.000,-. Pernah juga mau meeting ke Panglima Polim, makan di Darmawangsa, nggak ada apa-apa booo.. Akhirnya ada satu toko chinese food. Ternyata tahunya lagi abis. Gue tersiksa banget makan pok choy dan kucai doang dengan sedikit seafood diatasnya. Itupun habis Rp. 85.000,-. Di blok M ke pizza hut makan salad yang nggak enak ternyata kalo nggak pake dressing dan jus tomat asem karna nggak pake gula dan encer. Bertiga habis Rp.120.000,-. Di Grand Lucky makan salad dan dimsum ceker Rp. 40.000,-. Dan jus jeruk Rp.12.000,-. Lalu ke benhil seafood habis Rp. 90.000,- Cuma tahu, sayur dan ikan bakar.

Sehabis dari benhil gue jalan sampai Plaza Semanggi. Betapa sedihnya sepanjang jalan itu makanan kaki lima murah-murah semua: Nasi Goreng dan Mie Goreng tek-tek cuma Rp.6.000,-an, minta tolong Mas Mardi buatin indomie udah pake telor cuma Rp. 5.000,-, sate padang Rp. 7.000,-, ketoprak paling Rp. 5.000,-, di mall, makanan-makanan yang masih bisa murah adalah paket-paket yang melibatkan gorengan dan karbohidrat. Ya nggak ? Warteg-warteg itu juga bisa murah, tapi menunya: sop isinya kentang semua, daun singkong pakai santen, ayam, tahu, tempe, semua digoreng –dengan minyak yang hanya Tuhan yang tau kualitasnya–, atau makan padang? Semuanya jerohan dan bersantan boo. Ayam pop aja direbus tapi diangetinnya digoreng.

Oh betapa hidup sehat itu susah dan mahal…

2 Comments leave one →
  1. July 23, 2007 11:35 am

    ….siang makan dengan nasi 3/4 gelas aqua, lauk, dan sayur, dan malam either nasi sayur atau sayur lauk…

    Duy, itu teh nasi atau beras yang 3/4 gelas aqua …. ihihiihihihihi….

  2. July 24, 2007 3:59 pm

    sayangnya setengah gelas nasi..
    hihihihi…
    gue juga mikirnya kaya lo pertamanya :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.