Skip to content

i’m on diet

July 23, 2007
tags: ,

diettrouble.jpg

 

Pada suatu hari gue menemani (lebih tepatnya mengambil alih) Onge packing untuk sebulan ke Jerman bersama si Oma. Karena banyaknya barang yang dimasukin (bukan baju punya Onge atau Oma, tapi: kopi bali, kopi jawa, bumbu pecel, rendang, keripik, abon, sepatu taman puring, kecap bango, supermi satu kerdus, kacang bali, kacang bawang, dan sebagainya – dan ini bukan exaggerating –), adalah sebuah timbangan bertengger disana. Timbangan digital supaya precise. Iseng punya iseng menimbanglah gue setelah sekian lama tidak menimbang.

APPPPAAAAAA?????  

It struck me by lightning to see the number. Walau shock, malam itu gue masih setia menemani anak-anak makan indomie telor kornet di Cikini. Hihihi.

Days goes by dan seperti biasa gue lupa betapa shocknya gue waktu itu. Tapi memang kalau jodoh tak akan lari kemana. Pada suatu hari dikala bos sedang tidak ada, gue merasa muka gue kotor sekali dan sepaket facial akan sangat membantu. Berhubung hari tua dan bayar sendiri, gue browsinglah under keyword: facial+murah. Lalu terbawalah gue kesana kemari yang anehnya semuanya lead ke seorang dokter gizi yang banyak direkomendasikan oleh orang-orang. Tanpa pikir panjang lagi (setelah tahu harganya, tentunya) langsunglah gue buat janji terapi sore itu juga. Sama si buncit yang perutnya sama-sama buncit.

Banyak sekali pengetahuan tentang dunia perdietan yang gue dapatkan pada dokter itu. Namanya dokter Grace, praktek utamanya di Mampang tapi ada cabang juga di Sudirman. Yang gue senang juga bahwa sang dokter lebih menekankan pada hidup sehat instead of menjadi lebih kurus. Dokter itu bilang, ‘Program saya lebih untuk membuat hidup jadi sehat, jika nanti jadi kurus, anggap saja itu bonus!’. Setujuuuu!!!

Ternyata badan lebih ringan tidak berarti lebih sehat. Gue lebih berat 5 kg daripada si Buncit, tapi ternyata pada angka-angka bahaya, gue masih lebih aman. Angka-angka bahaya ini berhubungan juga dengan vitalitas untuk menghadapi penyakit. Gue nggak tau juga gimana ngitungnya, tapi angka tersebut skala 1-20. Angka 10 pertanda lampu kuning dimana penyakit seperti jantung, kolesterol, dkk akan lebih mudah masuk. Gue dapet rengking 10 dan Buncit rengking 13. See?? Jadi kalian yang kurus (atau merasa kurus) pun harus hati-hati yaa!! (Niat banget membuat deg-degan yang pada kurus… hihihi)

Mulailah hari-hari kita dengan program diet. Tiga hari pertama adalah induksi atau detox. Hanya boleh makan sayur dan buah. Benar-benar hanya itu. Tidak ada susu, yoghurt, pizza, chicken wing, siomay, teh botol, mie tek tek, ataupun lifesaver lainnya. Secara fisik, tidak ada tanda-tanda tertentu seperti lemas, ngantuk, gampang cape, atau sebagainya. Biasa aja, bahkan kelaparan sampai perutnya krubuk-krubuk aja nggak. Tapi godaan nonfisik alias godaan sosial ???? BERAT SEKALIII… Mencium bau ayam bakar dikantor siang-siang. Meeting di Coffee Club dibayarin dan liat bos gue makan jamur goreng dan mas Yoyo makan kentang dan chicken wing. Nonton sama Ijul makan mie tarik dan malemnya ada Rully makan mister baso di Senayan City, dan gue harus makan gado-gado tanpa telor, tanpa kentang, tanpa tahu, tanpa krupuk. Oh nooo..

Beban ternyata tidak bertambah ringan ketika gue weekend pulang kampung ke Bandung. Ibuku yang baik hati ternyata banyak persiapan untuk menyambut gue dengan makanan-makanan gegap gempita. Sementara yang gue minta hanya, ‘Capcay aja ya bu.. jangan pake ayamnya.. sayur aja’. Ooooh. Berat banget deh hidup gue. Ketika ibu gue arisan dan dia bertanya pulangnya mau titip apa, biasanya gue akan menyeringai demi martabak manis dan asin. Kali ini? Hanya manyun dan nonton DVD. Kalo diet masih gak boleh nonton DVD gue mungkin mau bunuh diri aja deh. Gue memang manusia biasa.

Reaksi orang terhadap diet ternyata bermacam-macam. Dan 80% dari teman sekitar gue mengambil mosi tidak percaya. Memang sih gue berniat diet sejak ratusan abad yang lalu namun tak kunjung jadi. Sialnya 20% dari 80% itu tidak percayanya nyinyir. Huh, ingin ku gampar-gampar dan nanti gue kasih foto gue ala Penelope Cruz baru tahu rasa lo! Tapi lupakanlah pencilan itu. Untungnya banyak juga orang yang mendukung. Termasuk mbak Avi sang bos yang menyisihkan makanan buat balitanya si lucu Sabita buat gue dan buncit. Jadi kami suka dapat kotak dengan rebusan-rebusan sayur untuk menikmati hari-hari.

Ini bukan kali pertama gue niat diet. Gue selalu merasa sudah mengurangi makan tapi ternyata perjuangan gue selama ini bukan apa-apa. Dan memang sebenarnya secara fisik, tidak ada gangguan berarti selain pada masa induksi bolak-balik mengotori WC di Senayan City. Selebihnya biasa saja. Bahkan entah sugesti atau tidak, gue tidak lagi ngantuk di sore hari walau tidak minum kopi (IYAAAA GUE GAK BOLEH MINUM KOPI MANIS….HIKSHIKS). Dokterpun ternyata mengapprove ketika kita kontrol lagi satu minggu setelahnya. Diet itu paling besar memang godaan sosial dan kecanduan dari diri kita. Jadi jika bebas narkoba, belum tentu lo nggak kecanduan hal lain seperti tepung yang ternyata bekerja seperti narkoba. Langsung ke otak untuk membuat lo minta dan minta lagi. Ternyata itu penjelasan logisnya kenapa kalo makan klitikan suka nggak bisa berhenti. Apalagi krupuk sanjay padang itu. Slurp slurp.

Akhirnya, cerita ini ditutup dengan laporan terakhir berat badan setelah satu minggu: turun 3 kg, lingkar perut berkurang 4 cm, dan rengking 9 gue sekarang! Horee!!! Doakan sukses terus yah teman-teman.

5 Comments leave one →
  1. July 25, 2007 1:31 pm

    DUYYYYYYY!!!!! DIEEEETTTTTT??????!!!!
    OH MY GOD!!!! NOOOOOOOO!!!!! SIAPA DONG PARTNER MARUK-MARUKAN GUEEEEE????? IT’S A VERY VERY BAD NEWWWSSSSS….
    AAAAARRRGGGGGHHHHHHHH!!!!!
    *apaan sich? lebay banget ya?*

  2. July 25, 2007 1:34 pm

    *versi nggak lebay*

    duy my friend, demi kesehatan elo gue rela elo njalanin diet..(hiks..
    teteupp)

    dan seperti elo bilang, kurus bukan berarti sehat…seperti gangguan asam urat yg gue derita karena hobi melalap jeroan dan kawan-kawannya (hiks…)

    btw, kalo elo kontrol lagi, kasih tau gue ya, mau ikut…

  3. August 3, 2007 11:48 am

    emang berat lo berapa sih duy?
    boleh dong mbak tau hihihi :D
    i know that i said you looked like a b#*& (my “b” word) when we met at Soekarno-Hatta, but I didn’t mean it! huahuahua.. tukang boong gw!
    gutlak ya duy!
    smoga bertahan lama usaha lo :D
    jangan anget2an aja..
    katanya mo kaya Penelope Cruz (cuiihh banget..)

  4. qnoi permalink
    September 8, 2007 5:28 am

    setelah sebulan lebih, gimana perkembangan diet lu duy? :D

Trackbacks

  1. langsing-singset « Mengkol Sana Sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.