the idiot guide for do and dont on TV show
![]()
Pernah nggak sih lo terjebak nonton film sinetron lokal dan lalu timbul keinginan untuk membuat daftar ‘the idiot guide for do and dont on TV show’? Mengingat gue baru saja pindah rumah dimana TV Cable were no longer my luxury, let me start the list and you are more than welcome to add some:
1. Make up memang penting, tapi tidak untuk dipakai pada saat: bangun tidur, mandi, memasak didapur kotor, segala hal yang berlatar belakang tahun 50an, dan ketika sedang koma dirumah sakit.
2. Harap mulai membedakan warna lipstik untuk perempuan dan laki-laki.
3. Jika ada adegan menangis sambil berbicara sekaligus, berikan patokan atas jumlah kata yang boleh dilontarkan. Jika tidak, penonton akan sulit mendengar dialog diantara suara-suara merengek.
4. Jangan berusaha menyasak rambut seorang artis perempuan berusia 20an agar bisa terlihat seperti ibu berumur 40tahunan. Apalagi jika artis belia tersebut main sesuai dengan umurnya pada sinetron di stasiun sebelah pada jam yang sama, atau main di stasiun yang sama dengan jam tayang berurutan.
5. Rumah dengan model biasa dengan perabotan sederhana untuk menunjukkan tingkat sosial merupakan suatu usaha yang bagus. Namun perlu diingat bahwa kategori ‘miskin’, tidak bisa dikorelasikan dengan keranjang buah-buahan impor atau sarapan roti dengan pilihan selai lengkap.
6. Ini sinetron, film, jadi realtime tidak perlu terlalu diceritakan. Kecuali jika mampu berniat buat film dengan beberapa sub-adegan seperti 24, barulah realtime diperlukan. Jadi, jika ada kejadian seseorang pingsan lalu semuanya panik lalu menelepon ambulan lalu bengong nunggu ambulan dateng lalu ambulan dateng lalu mas-mas perawat keluar lalu sang pingsan digotong lalu temen-temen sang pingsan ikut naik lalu adegan nangis-nangisan dalam ambulan dan sebagainya, sepertinya bisa dipotong-potong jadi beberapa adegan saja yang lebih mangkus dan sangkil. Hey, mengefisienkan shooting juga berarti menyumbang untuk mengurangi energi yang terbuang percuma lho
7. Disisi lain, jika ingin menggunakan realtime, itu harus berlaku bagi segala aspek yang berada didalam jangkauan tayangan. Misalnya adegan orang menunggu ditengah keramaian. Penunjuk waktu berupa jam tangan atau jam dinding yang bergerak. Tapi kadang orang yang berseliweran disekitarnya kok tidak jauh berbeda ya?
8. Kenapa ya kalo adegan di jalanan nggak pernah keliatan ada kucing atau anjing liar lewat?
9. Untuk adegan tentang cewek tomboy, usahakan untuk menggunakan cewek tomboy betulan. Ingat, cewek tomboy tidak sekadar CPU (Cewek Pada Umumnya – meminjam istilah Yaya) yang diberi baju gombrang, sepatu kets, dan kalung rantai-rantai. Ada yang dinamakan gesture! Jikapun harus terpaksa, usahakanlah untuk mencari wig rambut pendek yang berbeda-beda dan disesuaikan dengan bentuk kepala si pemain.
10. Konsisten! Jika sebuah adegan jatuh dari kebun teh bisa mengakibatkan amputasi, dan adegan kesenggol gerobak sayur bisa berakhir di rumah sakit dan dirawat beberapa hari, maka harus dipikirkan seberapa sadis sampai akhirnya korban tersebut harus mati.
11. Untuk adegan culik menculik, lakukanlah dengan cepat dan hindarkan benda-benda yang bisa digunakan untuk meminta bantuan seperti handphone, orang banyak, waktu, alat untuk memukul. Jika memang ingin ditimbulkan kesan bahwa adegan culik menculik itu memerlukan waktu yang lama dan ada saksi dimana sebenarnya dia punya cukup waktu untuk meminta bantuan namun dia tidak melakukannya, harap berikan nametag ‘si tolol’ kepada sang saksi.
12. Berhubung warna darah memang masih selalu menjadi masalah, buat adegan dengan darah tersebut tidak berlarut-larut. Harap diketahui bahwa jika terekspos terlalu lama dibawah matahari atau lampu shooting yang panas maka darah tersebut berkecenderungan untuk berubah warna menjadi warna fuchsia.
13. Sponsor memang dianjurkan, namun jangan lupa mempersiapkan justifikasi lengkap untuk adegan ibu-ibu arisan dengan baju yang serupa padahal itu bukan pesta kostum.
that would be my lines.. care to add?


14. untuk adegan pesta (ulang tahun bla bla bla) atau rapat, jangan bikin seakan2 ini adalah panggung teater di mana ‘blocking’ (pemain mempunggungi penonton) adalah hal yang esensial. Justru hal yang aneh kalau saat meniup lilin, semua pemain figuran seakan2 berbaris di samping yang sedang ultah.
15. Pemeran dokter… belum pernah aku ngeliat dokter pake celana jeans saat bertugas.. pun saat masih kuliah di kedokteran. Detail researchnya masih kurang tuh…
16. Sadarilah bahwa ketika melakukan adegan nangis itu ya memang wajah jadi mewek alias jelek alias ancur…jadi jangan sok dimanis-manisin deh!
17. Nggak semua orang baik itu pasrah begitu aja kalo digencet, mbok yao jangan terlalu pasrah…nggak pernah mengalami masa gencet-menggencet-digencet jaman SMA apah? LAWAN dong!!!
18. Marah-marah itu tidak harus berarti tereak-tereak. Brisssiiikkkk tau’!
19. Terlalu banyak adegan close-up, pusing euy ngeliat kamera berpindah-pindah terus dari satu wajah ke wajah yang laen dalam itungan detik.
20. Usia sepertinya udah nggak jadi masalah lagi dalam memerankan seseorang. Kok anak tampang SMP kudu jadi ibu-ibu dan punya anak yang udah duduk di bangku SD serta berperan sebagai direktur utama suatu perusahaan.
21. Terlalu banyak adegan kasar. Kasar dalam perbuatan.Jambak menjambak, ngejedoting pala orang ke tembok, nyiram aer panas, air keras, dll. Jadi suka ditiru tuh ama para penonton yang sangat bijak menilai apa yang ditonton. Contoh: peristiwa suami menyiramkan air keras ke muka istrinya.
22. Kalo lagi ngerencanain niat jahat harap pasang mimik yang sewajarnya aja, ga usah tuh alis di naik turunkan segala, terus mulut dimonyongin sambil matanya mbelo..
23. Kalo lagi adegan jontok-jontokan, mbok ya, ga usah terlalu over, mukul orang masak bisa kelempar ampe ke pohon tetangga sebelah.
24. Kalo berantem jangan over, masa berantem pake adegan terbang dan tendang-tendangan di udara segala, kalo film kolosal bangsa saur sepuh boleh lah, ini cuma gara-gara kalah balapan ato kalah judi, kalo nggak rebutan harta berantemnya sampe terbang ke lantai 2 ato pohon segala.
25. Cuma ada satu gerakan yang sama buat pemeran siluman-siluman, yaitu kedua tangan yang digerakkan memutar naik turun secara bergantian dengan tubuh goyang kiri goyang kanan. Emang nggak ada gerakan yang lain yah?